A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: public/Readmore.php

Line Number: 37

Backtrace:

File: /home/u731303961/domains/smanjatinangor.sch.id/public_html/application/controllers/public/Readmore.php
Line: 37
Function: _error_handler

File: /home/u731303961/domains/smanjatinangor.sch.id/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Penemu Whatapps | SMA NEGERI JATINANGOR

SMA NEGERI JATINANGOR

JL. IR. SOEKARNO KM. 22 SUMEDANG

Kokohkan Jati Diri, Raih Kemenangan, Jadilah Kontributor

Penemu Whatapps

Sabtu, 09 September 2017 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 146 Kali

Percaya atau tidak perjuangan yang berat harus dilalui oleh Penemu Aplikasi WhatsApp yaitu Jan Koum dimana pada saat sebelum ia menjadi milyarder ia merupakan seorang gelandangan namun namanya melesat menjadi milyarder baru ketika aplikasi buatannya yang bernama Whatsapp dibeli oleh facebook dengan harga yang sangat fenomenal yaitu 16 Milyar dollar AS. Ia hidup serba susah dengan hanya mengandalkan subsidi dan jatah makan yang ia terima dari pemerintah setempat bersama warga Amerika lainnya yang sama dengannya tiap hari ia harus mengantri untuk mendapatkan jatahn makan gratis, tempat tidurnya terkadang beralaskan tanah dan beratapkan langit bukan di apartemen seperti orang Amerika kebanyakan, hal tersebut sudah merupakan hal yang biasa dilalui oleh Jan Koum.

Dengan bekerja sebagai tukang bersih-bersih atau sebagai cleaning service di sebuah supermarket sudah cukup bagi Jan Koum saat itu untuk menyambung hidup dan memiliki penghasilan yang mungkin cukup baginya namun juga pas-pasan.  Jan Koum yang merupakan penemu aplikasi WhatsApp merupakan orang yang pantang menyerah ketika kesulitan datang menghapirinya, ibunya ketika itu di diagnosa terkena penyakit kanker. Ia kemudian bertekad untuk melanjutkan kuliahnya di San Jose University sambil mencari penghasilan tambahan yang mungkin cukup baginya untuk menyambung hidup serta biaya kuliahnya. Ketika kuliah di San Jose University, ia amat menyukai belajar programming ketika itu ia berada dalam jalur drop out dari kampusnya. Ia belajar programming secara otodidak dimana programming merupakan passion dirinya.

Berita Pengumuman Sekilas-info
  1. TULISAN TERKAIT
...

Ade Rohaendi

Saya merasa terhormat bersama dengan anda hari ini untuk acara awal tahun dari salah satu Sekolah terbaik di Jawa Barat

Selengkapnya

KATEGORI